Memahami Pentingnya
Pendidikan Anak Usia Dini
Manusia dalam kehidupannya mengalami beberapa fase
perkembangan mulai dari sejak lahir, anak-anak,hingga dewasa. Dalam salah satu
fase ini ada salah satu fase dimana perkembangan manusia begitu pesat dan akan
mempengaruhi perkembangan selanjutnya bahkan menentukan kepribadiannya yaitu
pada masa kanak-kanak atau tepatnya pada saat usia dini. Anak usia dini adalah
anak yang sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat atau biasa disebut
golden age(masa keemasan). Anak usia dini memiliki banyak potensi yang masih
harus dikembangkan. Selain itu anak memiliki karakteristik, tertentu yang khas
dan tidak sama dengan orang lain atau orang dewasa. Mereka selalu
aktif,dinamis, antusias dan ingin tau terhadap apa yang dilihat, didengar
dirasakan mereka seolah tak pernah berhenti bereksplorasi dan belajar. Dari
setiap apa yang mereka dapatkan dilingkungan cenderung, mereka akan
mengikutinya entah itu baik atau buruk karena anak belum tahu dan anak memiliki
sifat peniru ulung, perekam ulang, dan penjelajah sejati.
Anak belajar sesuatu dari lingkungannya, baik
lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Lingkungan alam ialah segala sesuatu
atau benda diluar manusia yang berada didalam dunia seperti
batu,rumah,tumbuhan,hewan,iklim,dll. Sedangkan lingkungan sosial adalah semua
manusia atau orang lain yang berinteraksi dengan anak baik langsung maupun
tidak langsung yang dapat mempengaruhi. Menyadari besarnya pengaruh lingkungan
terhadap anak usia dini maka diadakanlah
pendidikan usia dini.Pendidikan anak usia dini kini termasuk dalam
lingkungan pendidikan. Pendidikan anak
usia dini ini tidak menekankan memberi pelajaran seperti
ditingkat sekolah dasar tapi hanya pemberian rangsangan pendidikan guna
memenuhi pertumbuhan dan perkembangan. Seperti berdasarkan Undang-undang nomor
20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional yang berkaitan dengan
pendidikan anak usia dini tertulis pada pasal 28 ayat 1 yang berbunyi
“Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sejak lahir sampai dengan usia enam
tahun dan bukan merupakan prasyarat untuk mengikuti pendidikan pendidikan
dasar. Selanjutkan pada Bab I pasal I ayat 14 ditegaskan bahwa Pendidikan Anak
Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditunjukan kepada anak sejak lahir
sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan
pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar
anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Untuk menjalani pendidikan usia
dini selain dalam lingkungan keluarga, maka pada lingkungan masyarakat sudah
banyak lembaga paud seperti Kelompok Bermain(KB), Taman Penitipan Anak(TPA),
Taman Kanak-kanak(TK) atau lembaga paud lainnya yang berbasis pada kebutuhan
anak.
Dengan banyak dan menjamurnya lembaga-lembaga Paud
diharapkan semua anak sejak usia dini dapat diberi rangsangan pendidikan dengan
memenuhi kebutuhan anak dan memfasilitasi anak sesuai dengan perkembangan
usianya baik dalam lingkungan sekolah, masyarakat, ataupun keluarga. Karena pemberian rangsangan pendidikan sejak
usia dini akan banyak hal positif, dan tergangtung bagaimana anak meresponnya.
Hal positifnya misalnya anak bisa lebih mengenal lingkungannya, bisa
bersosialaisasi, membentuk kepribadian bahkan mengembangkan segala potensi yang
dimilikinya sejak dini.
Dalam kenyataannya walaupun banyak lembaga-lembaga
Paud, namun tidak menjamin semua anak bisa mendapatkan Paud
baik dalam lembaga maupun dalam lingkungan keluarga. Itu semua terlihat dari
banyaknya anak-anak yang sejak kecil tidak diperhatikan kurang dipenuhi perkembangan dan kebutuhan. Ada beberapa faktor yang memepengaruhi dan
menyebabkan hal itu terjadi misalnya kurangnya pemahaman masyarakat menegenai
pendidikan anak usia dini juga kurannya peran keluarga terhadap perkembangan
anak usia dini. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap anak usia dini
menjadikan masyarakat acuh terhadap pendidikan anak usia dini walaupun disekitar
lingkungan mereka ada anak usia din. Kurangnya peran
keluarga terhadap perkembangan anak juga akan mempengaruhi misalnya dalam sebuah keluarga anak yang sudah seharunya mendapat pendidikan contohnya masuk TK tetapi orang tuanya malah tidak peka dan
membiarkan anak itu diruma, padahal dirumah juga dia tidak
diberi rangsangan pendidikan maka untuk kedepannya perkembangannya bisa saja
terhambat karena perkembangan anak harus disesuaikan dengan usia dan
lingkungannya.
Maka dari itu, untuk menjalankan program pendidikan
anak usia dini tidak hanya cukup dengan banyaknya lembaga paud tetapi pemahaman
masyatrakat akan pendidikan usia dini penting, apalagi dalam suatu keluarga
yang merupakan lingkungan pertama. Perlu diketahui pendidikan anak usia dini
pada dasarnya meliputi seluruh upaya dan tindakan yang dilakukan oleh pendidik
dan orang tua dalam proses perawatan, pengasuhan, dan pendidikan anak dengan
menciptakan aura dan lingkungan dimana anka dapat mengeksplorasi pengalaman
yang nantinya akan memberikan kesempatan kepadanya untuk mengetahui dan
memahami pengalaman belajar yang diperoleh dari lingkungan., melalui berbagai
cara mengamati,meniru, dan bereksperimen yang berlangsung secara berulang-ulang
dan melibatkan seluruh potensi dan kecerdasan
anak.
Oleh
karena itu sudah jelas bahwa memberikan pendidikan untuk anak usia dini tidak hanya bisa dilakukan oleh lembaga paud namun disetiap lingkungan pendidikan. Baik dalam
lingkungan keluarga, lingkungan sekolah maupun lingkungan keluarga.
![]() |
.jpg)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar