Rabu, 06 Juni 2012


Memahami Pentingnya
Pendidikan Anak Usia Dini

Manusia dalam kehidupannya mengalami beberapa fase perkembangan mulai dari sejak lahir, anak-anak,hingga dewasa. Dalam salah satu fase ini ada salah satu fase dimana perkembangan manusia begitu pesat dan akan mempengaruhi perkembangan selanjutnya bahkan menentukan kepribadiannya yaitu pada masa kanak-kanak atau tepatnya pada saat usia dini. Anak usia dini adalah anak yang sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat atau biasa disebut golden age(masa keemasan). Anak usia dini memiliki banyak potensi yang masih harus dikembangkan. Selain itu anak memiliki karakteristik, tertentu yang khas dan tidak sama dengan orang lain atau orang dewasa. Mereka selalu aktif,dinamis, antusias dan ingin tau terhadap apa yang dilihat, didengar dirasakan mereka seolah tak pernah berhenti bereksplorasi dan belajar. Dari setiap apa yang mereka dapatkan dilingkungan cenderung, mereka akan mengikutinya entah itu baik atau buruk karena anak belum tahu dan anak memiliki sifat peniru ulung, perekam ulang, dan penjelajah sejati.
Anak belajar sesuatu dari lingkungannya, baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Lingkungan alam ialah segala sesuatu atau benda diluar manusia yang berada didalam dunia seperti batu,rumah,tumbuhan,hewan,iklim,dll. Sedangkan lingkungan sosial adalah semua manusia atau orang lain yang berinteraksi dengan anak baik langsung maupun tidak langsung yang dapat mempengaruhi. Menyadari besarnya pengaruh lingkungan terhadap anak usia dini maka diadakanlah pendidikan usia dini.Pendidikan anak usia dini kini termasuk dalam lingkungan pendidikan. Pendidikan anak usia dini ini tidak menekankan memberi pelajaran seperti ditingkat sekolah dasar tapi hanya pemberian rangsangan pendidikan guna memenuhi pertumbuhan dan perkembangan. Seperti berdasarkan Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional yang berkaitan dengan pendidikan anak usia dini tertulis pada pasal 28 ayat 1 yang berbunyi “Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sejak lahir sampai dengan usia enam tahun dan bukan merupakan prasyarat untuk mengikuti pendidikan pendidikan dasar. Selanjutkan pada Bab I pasal I ayat 14 ditegaskan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditunjukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Untuk menjalani pendidikan usia dini selain dalam lingkungan keluarga, maka pada lingkungan masyarakat sudah banyak lembaga paud seperti Kelompok Bermain(KB), Taman Penitipan Anak(TPA), Taman Kanak-kanak(TK) atau lembaga paud lainnya yang berbasis pada kebutuhan anak.
Dengan banyak dan menjamurnya lembaga-lembaga Paud diharapkan semua anak sejak usia dini dapat diberi rangsangan pendidikan dengan memenuhi kebutuhan anak dan memfasilitasi anak sesuai dengan perkembangan usianya baik dalam lingkungan sekolah, masyarakat, ataupun keluarga.  Karena pemberian rangsangan pendidikan sejak usia dini akan banyak hal positif, dan tergangtung bagaimana anak meresponnya. Hal positifnya misalnya anak bisa lebih mengenal lingkungannya, bisa bersosialaisasi, membentuk kepribadian bahkan mengembangkan segala potensi yang dimilikinya sejak dini.
Dalam kenyataannya walaupun banyak lembaga-lembaga Paud, namun tidak menjamin semua anak bisa mendapatkan Paud baik dalam lembaga maupun dalam lingkungan keluarga. Itu semua terlihat dari banyaknya anak-anak yang sejak kecil tidak diperhatikan kurang dipenuhi perkembangan dan kebutuhan. Ada beberapa faktor yang memepengaruhi dan menyebabkan hal itu terjadi misalnya kurangnya pemahaman masyarakat menegenai pendidikan anak usia dini juga kurannya peran keluarga terhadap perkembangan anak usia dini. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap anak usia dini menjadikan masyarakat acuh terhadap  pendidikan anak usia dini walaupun disekitar lingkungan mereka ada anak usia din. Kurangnya peran keluarga terhadap perkembangan anak juga akan mempengaruhi misalnya dalam sebuah keluarga anak yang sudah seharunya mendapat pendidikan contohnya masuk TK tetapi orang tuanya malah tidak peka dan membiarkan anak itu diruma, padahal dirumah juga dia tidak diberi rangsangan pendidikan maka untuk kedepannya perkembangannya bisa saja terhambat karena perkembangan anak harus disesuaikan dengan usia dan lingkungannya.
Maka dari itu, untuk menjalankan program pendidikan anak usia dini tidak hanya cukup dengan banyaknya lembaga paud tetapi pemahaman masyatrakat akan pendidikan usia dini penting, apalagi dalam suatu keluarga yang merupakan lingkungan pertama. Perlu diketahui pendidikan anak usia dini pada dasarnya meliputi seluruh upaya dan tindakan yang dilakukan oleh pendidik dan orang tua dalam proses perawatan, pengasuhan, dan pendidikan anak dengan menciptakan aura dan lingkungan dimana anka dapat mengeksplorasi pengalaman yang nantinya akan memberikan kesempatan kepadanya untuk mengetahui dan memahami pengalaman belajar yang diperoleh dari lingkungan., melalui berbagai cara mengamati,meniru, dan bereksperimen yang berlangsung secara berulang-ulang dan melibatkan seluruh potensi dan kecerdasan anak.
Oleh karena itu sudah jelas bahwa memberikan pendidikan untuk anak usia dini tidak hanya bisa dilakukan oleh lembaga paud namun disetiap lingkungan pendidikan. Baik dalam lingkungan keluarga, lingkungan sekolah maupun lingkungan keluarga.


















Tidak ada komentar:

Posting Komentar